Agrotechnology Training Camp 2025: Momentum Regenerasi Kepemimpinan dan Penguatan Kompetensi Mahasiswa Pertanian

Fakultas Pertanian sukses menyelenggarakan Agrotechnology Training Camp (ATC) yang dilaksanakan selama dua hari, pada 5–6 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi agenda strategis kemahasiswaan yang dirangkaikan dengan Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Pertanian periode 2025/2026.

Lamongan, 5 Desember 2025 — diawali dengan pelantikan pengurus BEM dan DPM Fakultas Pertanian yang berlangsung khidmat. Pelantikan ini menandai dimulainya estafet kepemimpinan mahasiswa Fakultas Pertanian sekaligus menjadi simbol komitmen baru dalam menjalankan roda organisasi kemahasiswaan.

Acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi Agrotechnology Training Camp, yang dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Choirul Anam, M.P. menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia serta seluruh elemen mahasiswa atas terselenggaranya kegiatan ATC yang dirangkaikan dengan pelantikan organisasi mahasiswa.

“Kegiatan ini mencerminkan semangat regenerasi kepemimpinan, kebersamaan, serta komitmen mahasiswa Fakultas Pertanian dalam membangun organisasi yang solid, berkarakter, dan berorientasi pada kemajuan akademik maupun kemasyarakatan,” ujar beliau.

Beliau menaruh harapan besar agar BEM dan DPM Fakultas Pertanian ke depan mampu menjadi motor penggerak kegiatan kemahasiswaan yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, serta peka terhadap isu-isu strategis pertanian dan lingkungan. ATC diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak pemimpin muda pertanian yang berintegritas, berdaya saing, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.

Salah satu pemateri dalam kegiatan ATC adalah Moch. Bagus Zakaria, S.P., yang memberikan materi terkait inovasi pertanian, khususnya pembuatan pupuk AB Mix. Ia menyampaikan kesan positif terhadap antusiasme mahasiswa dalam mengikuti pelatihan.

Menurutnya, kegiatan ini sangat menarik karena mampu membuka wawasan generasi muda bahwa bertani tidak selalu identik dengan pekerjaan yang kotor dan melelahkan. Melalui teknologi, pertanian dapat dikelola secara modern dan efisien. Ia berharap pelatihan ATC dapat memberikan dampak nyata, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat sekitar, terutama dalam pemahaman budidaya tanaman yang tepat dan berkelanjutan, mulai dari perawatan hingga panen.

Ketua DPM UNISDA, M. Bahrul Ulum, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan diklat fakultas dan kunjungan sektor pertanian dalam ATC bukan sekadar agenda formal, melainkan awal perjalanan mahasiswa dalam memahami makna pengabdian.

Ia berharap setiap pengalaman, ilmu, dan kebersamaan yang terjalin selama kegiatan mampu membentuk karakter mahasiswa yang rendah hati, peka terhadap kebutuhan masyarakat, serta siap memberikan kontribusi nyata.

“Ilmu bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi untuk orang-orang yang kelak menunggu kontribusi kita di luar sana,” ungkapnya.

Dengan mengusung semangat “Pergi untuk Mencari, Pulang untuk Mengabdi”, Ketua BEM menegaskan komitmen mahasiswa Fakultas Pertanian untuk terus belajar, tumbuh, dan mengabdi demi kemajuan masyarakat dan pertanian Indonesia.

Sementara itu, Ketua DPM Fakultas Pertanian, Khrisna Maulana Al Hakim, berharap ATC dapat menjadi wadah pembelajaran yang bermakna serta mampu memperluas wawasan dan keterampilan mahasiswa di bidang agroteknologi. Ia menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, kemandirian, serta solidaritas antar mahasiswa dalam menciptakan lingkungan akademik yang produktif dan kolaboratif.

ATC juga diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi mahasiswa agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan dunia pertanian di masa depan.

Pada hari kedua, 6 Desember 2025, kegiatan ATC dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Hikmah Tani Kayunan, yang mengelola kebun nanas. Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai praktik budidaya tanaman, pengelolaan pertanian berbasis kelompok, serta peran masyarakat dalam pengembangan sektor pertanian.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pembelajaran kontekstual yang memperkuat pemahaman mereka terhadap realitas pertanian di lapangan.

Secara keseluruhan, Agrotechnology Training Camp 2025 menjadi kegiatan strategis yang tidak hanya memperkuat kapasitas organisasi mahasiswa, tetapi juga menanamkan nilai kepemimpinan, pengabdian, serta inovasi di bidang pertanian. Diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda berkelanjutan dalam mencetak generasi muda pertanian yang unggul, berintegritas, dan berdaya guna bagi masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *